Framing – The Art of Shifting Meaning

framing

Selamat Pagi sahabat PMC.. Semoga tulisan kali ini sedang menemui anda dalam keadaan sehat, semangat, dan kaya raya.. Amin.. 🙂

Masih berlanjut dengan Kelas bedah Buku The Art of Enjoying Life oleh mas Teddi

Kali ini kita akan bahas Framing.. Apa itu Framing?.. Yu langsung kita saksikan..
“Assalamu’alaikum…

Apa kabar seluruh penduduk Desa Channel Telegram The Art of Enjoying Life..

Sudah lama tak diskusi.. habis lebaran agak padat.. baru malam ini rada sela..

Sesuai informasi di grup, malam ini kita bedah Bab 9: Framing – The Art of Shifting Meaning. Bab ini membahas tentang framing, alias teknik membingkai makna, salah satu teknik favorit saya di NLP. Juga teknik awal yang saya pelajari di NLP, yang membuat saya jatuh hati pada ilmu ini.

Buku pertama tentang framing yang saya baca adalah Reframing karya Pak RH Wiwoho, gurunya pada NLP er Indonesia. Buku tipis ini mengajarkan reframing dengan cara yang amat mudah dipahami.

Sub judulnya aja provokatif. Kalau tidak salah, bagaimana bisa bahagia 24 jam sehari. Wuih..

Masih ingat apa presuposisi paling mendasar?

Yak……….. bukan.. bukan yang itu..

Nah…

Yang itu juga bukan………

Yang benar adalah….

Yes, Peta bukan wilayah.. aka.. the map is not the territory.. persepsi bukan realita.. tapi manusia merespon………. apanya ya?

Ya… pada persepsinya.. bukan pada realitanya..

Dari presuposisi ini berkembang model dasar dalam NLP yang namanya Submodality.. dan teknik dasarnya Submodality Editing.. yang berkembang jadi ratusan teknik lain.. salah satu yang kesohor ya Fast Phobia Cure itu..

Nah.. framing ini.. alias pembingkaian.. sebenarnya merupakan sebuah metafora.. perumpamaan..

Jadi begini ceritanya..

Dari penemuan terhadap submodality.. kita jadi tahu bahwa persepsi dibentuk oleh 2 hal: pengalaman itu sendiri dan cara kita menyimpannya.. yang pertama sering disebut konten.. yang kedua disebut struktur..

Melihat kecoa itu pengalaman.. tapi melihat kecoa sebagai sesuatu yang 3 dimensi, besar, berwarna, sehingga menyeramkan, itu struktur..

Dan NLP.. banyak menekankan pembahasan dan eksplorasi pada struktur.. daripada isinya..

Bukan berarti isi tidak penting.. namun itu bukan fokus NLP..

Nah.. salah satu jenis submodality visual adalah adanya bingkai/panoramik.. apakah memori kita tentang sesuatu itu secara visual berada dalam sebuah bingkai layaknya foto.. atau panoramik alias tidak berbatas.. ini secara psikologis akan melahirkan makna dan rasa yang berbeda..

Mungkin.. ini cuma mungkin.. dari eksplorasi ini lahir istilah frame dalam NLP..

Kemungkinan lain soal lahirnya framing bisa jadi merupakan hasil dari memodel Milton Erickson, yang memang banyak menggunakan reframing dalam terapinya.. sampai2 ada buku khusus beliau bertajuk Life Reframing in Hypnosis..

Nah.. kembali ke presuposisi NLP.. salah satu presuposisi lain berbunyi “Meanings are context dependent”.. Makna itu tergantung konteks.. beda makna akan lahir akibat beda konteks..

Makna bukan sesuatu yang statis.. ia berubah seiring bingkai yang dikenakan pada kejadiannya..

Dalam aplikasinya di ranah persuasi.. ada presuposisi lain.. berbunyi “The one who hold the frame, controls the game”.. siapa yang membingkai makna.. ia akan mampu mengendalikan pemahaman orang lain..

Misal.. saya mau memberi masukan pada seorang teman akan penampilannya.. kalau langsung saya katakan, mungkin dia bisa tersinggung.. maka saya bingkai dulu di awal dengan mengatakan.. “Boleh nggak saya kasih sedikit masukan? Bukan maksud apa-apa, hanya sekedar sedikit masukan untuk menambah OK penampilanmu.”

Sungguh akan lain ceritanya..

Di buku saya contohkan.. sebuah belaian bersifat netral.. ia bermakna kasih sayang jika dibingkai dengan konteks “Orang tua membelai anaknya”.. tapi jadi menyeramkan jika konteksnya “Anda merasakan belaian di sebuah bis malam.. padahal sedang sendirian..”

Saking gemarnya saya pada framing ini.. saya ingin buktikan sendiri khasiatnya.. dan seberapa jauh ia bisa membawa kita..

Alhamdulillah.. sejauh ini.. sudah lahir 2 buku dari hasil me reframe berbagai hal dalam keseharian.. yakni #NasihatDiri dan #NasihatDiri untuk Para Pekerja

Sedang menggarap 2 lagi serialnya.. #NasihatDiri untuk Para Pembelajar dan #NasihatDiri untuk Pribadi Produktif.. semuanya cuma bermodalkan Framing..

Nah.. ada banyak sekali frame yang bisa kita lekatkan pada sebuah pengalaman.. saya akan membahas beberapa yang agak jarang saya bahas di kesempatan2 lain..

Di buku.. saya tulis tentang 7 jenis frame yang digunakan oleh NLP.. dikutip dari karya Joseph O Connor, NLP Workbook..

Bingkai pertama adalah Ecology vs Me Frame…”

Dibahas pada artikel selanjutnya : Ecology vs Me Frame

 

Anda ingin kursus on line cara mendapatkan income sampingan dari internet ? Join Now, DISINI

Related posts

Leave a Comment