Fenomena LGBT

dr fidiansjah

Masih segar dalam ingatan, Direktur Utama Klinik Puri Medika Cendekia, Dr. Fidiansjah dalam acara diskusi di Tv One pada program Indonesia Lawyer Club membedah fenomena LGBT yang sedang marak pada pertengahan Februari 2016. Dr Fidiansjah menyebutkan homoseksual dan transgender adalah masalah kejiwaan.

Dr. Fidiansjah menyatakan bahwa spiritualitas adalah bagian yang tak terpisahkan dari kesehatan jiwa, serta menjadi argumen bahwa LGBT yang dilarang oleh setiap agama merupakan bentuk gangguan jiwa.

Dalam hal ini, Dr. Fidiansjah tidak sedang melakukan diskriminasi terhadap penderita LGBT. Menurutnya membuat sebuah diagnosa bahwa seseorang mengalami gangguan orientasi seksual berupa homoseksual dan biseksual merupakan bagian dari kegiatan ilmiah.

“Misalnya pak Karni [Karni Ilyas, presenter acara] sakit gigi, lalu saya mendiagnosis dan menyebut pak Karni sakit gigi, apakah ini mendiskriminasi? Kan tidak!” katanya.

Dalam hal ini, lantas ia menyatakan ingin membantu pengidap LBGT. Karena banyak cara yang dapat ditempuh untuk mengobati orientasi seksual yang dianggap menyimpang ini. Namun hal ini haruslah dilakukan oleh ahlinya.

“Orang kalau diterapi oleh maling, jadi maling pak. Kalau dikonseling koruptor, jadi koruptor. Karena itu konseling itu ada prosesnya,” katanya. “Karena itu datanglah ke psikolog datanglah ke psikiater, kami punya empat pendekatan,” ungkapnya.

“Kalau ada aspek organda biologi, kita berikan obat. Kalau ada aspek psikologi kita ubah perilakunya. Kalau ada cara berpikir yang keliru kita ubah kognitifnya. Kalau ada perubahan lingkungan yang tadi di sebutkan bu Elly kita modifikasi perilaku daripada sosial lingkugannya. Kalau ada pemahaman yang keliru dari spiritualitasnya, kita kembalikan kepada agamanya. Jadi empat hal ini harus holistik secara keseluruhan,” bebernya.

Anda ingin kursus on line cara mendapatkan income sampingan dari internet ? Join Now, DISINI

Related posts

Leave a Comment